SSD vs HDD, Mana yang Pas dan Cocok untuk Komputer dan Laptop?

SSD vs HDD, Mana yang Pas dan Cocok untuk Komputer dan Laptop?

SSD vs HDD, Mana yang Pas dan Cocok untuk Komputer dan Laptop? - Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer pada awalnya dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmetika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Saat tengah mencari laptop atau merakit PC, kamu mungkin melihat aspek-aspek mainstream seperti "VGA-nya apa?", "Prosesornya core berapa?", hingga "Cocok buat gaming, gak?" Namun, pernahkan kamu melihat aspek HDD dan SSD pada laptop tersebut? Kalau tidak, tidak apa-apa, karena aspek tersebut sering kali terlewat di Club388 Indonesia mata pengguna awam. Mengetahui hard disk drive (HDD) dan solid state drive (SSD) merupakan pertimbangan yang penting sebelum memutuskan untuk membeli laptop. Beda nama, HDD dan SSD memiliki fungsi dan keunggulannya masing-masing juga. Jadi, sebelum membeli, coba pikirkan: HDD dan SSD, mana yang harus diutamakan untuk laptop dan PC?
1. Apa itu HDD?
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Baik merakit PC atau membeli laptop, kamu akan mendapatkan HDD di dalamnya. Di dalam HDD, kamu bisa menyimpan sistem operasi (OS), piranti lunak (software), dan data berbentuk file serta folder. HDD memiliki sebuah cakram (platter) yang bertugas sebagai ruang penyimpanan. Saat platter berputar, read-write arm pada HDD membaca data yang lewat. Semakin cepat rotasi platter, semakin cepat HDD tersebut sehingga mempengaruhi respons OS, dan kecepatan memuat dan membuka software. Zaman dulu, HDD tradisional menggunakan port IDE untuk tersambung ke papan induk (motherboard). Nah, HDD masa kini menggunakan koneksi Serial ATA (SATA). Dengan versi terbarunya, SATA 3 (3.4 per tahun 2018), transfer data di HDD menjadi lebih cepat.
2. Apa itu SSD?
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Lebih baru dari HDD, SSD sebenarnya bukan produk baru di dunia gadget. Tidak seperti HDD, SSD tidak memiliki arm atau platter. SSD menggunakan memori flash Negative-AND (NAND). Sebagai catatan, tidak semua laptop memiliki SSD. Jadi, jika laptopmu memiliki slot-nya, segera pasang dan lihat perbedaannya! Semakin banyak chip NAND pada SSD, maka semakin besar kapasitas penyimpanan SSD tersebut! Dengan teknologi produksi SSD yang semakin mutakhir, chip NAND pada SSD pun sudah lebih banyak dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, sehingga performa SSD malah mengungguli HDD kelas atas. Sama seperti HDD, beberapa SSD juga dilengkapi dengan port SATA 3. Namun, karena throughput data maksimum SATA 3 adalah 600 MB/s, potensi SSD yang sebenarnya bisa memiliki throughput lebih cepat pun terhalang. Jadi, jika koneksi SSD-mu adalah SATA 3, jangan kaget jika potensinya tertahan.
3. Jika bukan SATA 3, koneksi apa yang cepat untuk SSD?
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Nah, untuk mengeluarkan potensi super cepat SSD, kamu dapat memilih SSD dengan port selain SATA 3. Pilihan pertama, SSD dengan port PCI-express (PCIe). Karena PCIe tersambung lewat jalurnya sendiri pada motherboard, maka kecepatan throughput pun meningkat. Namun, jika jalur PCI-e pada motherboard sudah terpakai untuk komponen lain, maka kamu harus mencari alternatif lain. Selain PCIe, form factor yang semakin populer untuk SSD adalah M.2. Kebanyakan laptop dan PC masa kini menggunakan koneksi M.2 untuk SSD. Dikarenakan SSD dengan M.2 memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan SSD lain, maka mudah dipasang tanpa harus takut mempengaruhi komponen lain. Selain PCIe dan M.2, Non-Volatile Memory Express (NVMe) pada SSD juga menawarkan transfer data yang tidak kalah cepat dibandingkan kedua koneksi SSD tersebut.
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Nah, kamu telah mengetahui beberapa info singkat mengenai perbedaan mendasar SSD dan HDD. Sekarang, saatnya mengetahui apa saja yang kamu perlu bandingkan sebelum benar-benar memantapkan pilihanmu. Selanjutnya, yuk lihat perbedaan HDD dan SSD dari segi harga, kapasitas, dan kecepatan.
4. SSD vs. HDD: Harga
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Baiklah, inilah salah satu perbedaan besar antara HDD dan SSD. Ditafsir harganya per gigabyte (GB), harga SSD jauh lebih mahal dibandingkan HDD. Tapi, perlu dicatat, mahalnya harga SSD pun juga bervariasi, dari Rp600 ribu hingga berjuta-juta, tergantung kapasitas dan teknologinya. SSD dengan koneksi SATA 3 akan jauh lebih murah dibandingkan M.2, PCIe, apalagi NVMe. Hal tersebut dikarenakan SATA 3 adalah teknologi lama.
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Ingin kapasitas besar dengan harga murah? HDD jawabannya! Karena proses manufaktur HDD tergolong tradisional, berarti harga HDD tidak termakan oleh proses pembuatannya, sehingga lebih terjangkau. Sebagai contoh, kamu bisa dapatkan HDD hingga 1 TB kurang dari Rp1 juta! Murah, bukan? Namun, jika kamu ingin menggunakan HDD untuk menyimpan data penting, alangkah baiknya untuk memeriksa ulasan HDD sebelum beli. Dan, daripada HDD internal, lebih baik HDD eksternal untuk menyimpan.
5. SSD vs. HDD: Kapasitas
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Dibandingkan perbedaan harga, soal kapasitas, baik HDD dan SSD memiliki perbedaan tipis. Seperti yang dibahas sebelumnya, jika kamu ingin kapasitas besar-besaran, maka HDD jawaranya. Kapasitas penyimpanan HDD amat beragam. Kamu bisa cek di toko online atau offline untuk mendapatkan HDD super besar dengan harga kaki lima. HDD untuk kegiatan komersial malah ada yang mencapai 12 terrabyte (TB), untuk peralatan server dan network-attached storage (NAS). Karena penyimpanan HDD besar, maka HDD aman dipakai untuk foto, video, hingga game! Agar aman, lebih baik kamu memiliki banyak HDD kecil dibandingkan 1 HDD besar. Jika HDD besar itu rusak, maka ambyarlah data-mu! Namun, jika penyimpanan dipecah ke HDD kecil, maka tidak perlu takut risiko kehilangan data.
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Memang, di masa lalu, ruang penyimpanan SSD kalah dengan HDD. Namun, berkat kemajuan teknologi masa kini, SSD pun memiliki penyimpanan hingga 2 TB! Masalahnya, lagi-lagi, harga SSD 2 TB tersebut melambung tinggi, bikin dompet kering! Sebaiknya, kami sarankan untuk menggunakan SSD berukuran kecil, sekitar 256 - 512 GB untuk meng-cloning OS komputer atau laptopmu. Dengan begitu, membuka OS lebih cepat berkat SSD. Sementara, untuk menyimpan data primer, sekunder, atau tersier lainnya, barulah kamu bisa gunakan HDD internal atau eksternal.
6. SSD vs. HDD: Kecepatan
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Harga sudah, kapasitas sudah. Saatnya membandingkan salah satu pertimbangan terpentingnya: kecepatan memuat data. Tentu saja, kecepatan SSD jauh di depan HDD, terutama dengan perkembangan koneksi dan form factor yang semakin mumpuni, HDD semakin tertinggal. Karena HDD menggunakan platter dan read-write arm, kecepatannya bergantung pada revolusi per menit (rpm). Semakin tinggi rpm HDD, maka semakin cepat HDD tersebut. Sebagai perbandingan, HDD tradisional memiliki 5.400 rpm, sementara HDD modern sudah mencapai 7.200 rpm! Tentu saja, kecepatan HDD tidak berhenti di 7.200 rpm. Namun, semakin tinggi rpm dan semakin cepat, maka harganya pun juga harus ikut. Selain itu, kecepatan HDD dan SSD pun dibandingkan via megabyte per second (MB/s) untuk membaca (read) dan menulis (write) data. Untuk HDD dengan kecepatan 5.400 rpm, kecepatannya 100 MB/s, sedangkan 7.200 rpm memiliki kecepatan 150 MB/s.
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Nah, seperti yang dijelaskan lagi sebelumnya, karena SSD tidak punya platter apalagi arm, maka kecepatannya bergantung dari teknologi pada SSD. Di sinilah, kamu bisa melihat perbedaan kontras antara SSD dan HDD. SSD dengan koneksi SATA 3 memiliki kecepatan read 550 MB/s dan write 520 MB/s, dengan batas maksimum hingga 600 MB/s. Jadi, meskipun SATA 3 sejatinya membatasi potensi SSD, kecepatan SSD dengan SATA 3 pun tetap saja melebihi HDD. Nah, apalagi jika tanpa SATA 3? Kecepatan rata-rata SSD dengan teknologi PCIe dan M.2 berkisar dari 1,2 GB/s hingga 1,4 GB/s! Tidak puas? Dengan dana lebih, kamu bisa pasang SSD hingga kecepatan 2,2 GB/s! Jadi, jika berbicara mengenai kecepatan, SSD terbukti menaklukkan HDD.
7. Kesimpulan: HDD & SSD sama-sama penting, namun tergantung kebutuhan
SSD vs HDD, Mana yang Pas untuk Komputer dan Laptop?
Setelah kamu mengetahui perbedaannya, manakah yang harus kamu pilih? Ini recap-nya. Karena SSD tidak memiliki platter atau arm, maka SSD lebih kuat dan tahan lama. Oleh karena itu, SSD lebih cocok dipasang untuk laptop atau ponsel cerdas (smartphone). Selain itu, SSD juga lebih hemat daya dibandingkan HDD, sehingga laptop bisa tetap menyimpan baterai, dibandingkan HDD. Namun, perlu kami ingatkan, hal ini tergantung dari jenis SSD yang dipakai dan untuk keperluan apa. Jika keperluanmu untuk gaming namun SSD yang dipakai minim, ya, tetap saja laptopmu tersiksa! Kesimpulannya, SSD memang lebih kuat dan lebih cepat untuk membuka dan memuat OS serta software di PC dan laptop. Namun, jika kamu memiliki budget terbatas, maka opsi HDD jauh lebih terjangkau dan menawarkan kapasitas yang besar untuk menyimpan datamu. Jadi, yang mana yang lebih baik? Kami sarankan kamu memasang SSD dengan kapasitas standar untuk memuat OS dan software agar lebih cepat. Sementara, HDD internal atau eksternal tetap dipertimbangkan untuk keperluan utama: menyimpan data-mu, dari gambar yang kecil hingga game yang besar. Merasa tercerahkan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *