Optimistis Uni Eropa Untuk Dapat Segera Mencapai Herd Immunity

Optimistis Uni Eropa Untuk Dapat Segera Mencapai Herd Immunity

Optimistis Uni Eropa Untuk Dapat Segera Mencapai Herd Immunity - Kekebalan kelompok atau kekebalan kawanan (herd immunity) adalah suatu bentuk perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi ketika sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap infeksi, baik melalui infeksi sebelumnya atau vaksinasi, sehingga individu yang tidak kebal ikut terlindungi. Dalam populasi yang sebagian besar individunya memiliki kekebalan (mereka ini tidak mungkin berkontribusi pada penularan penyakit), rantai infeksi kemungkinan besar terganggu sehingga penyebaran penyakit akan terhenti atau terhambat. Semakin besar proporsi individu yang kebal dalam suatu populasi, semakin kecil kemungkinan individu yang tidak kebal akan bersentuhan dengan individu yang terinfeksi. Hal ini akan membantu melindungi individu yang tidak kebal dari infeksi. Komisioner Uni Eropa (UE) untuk pasar internal, Thierry Breton, optimistis Benua Biru bisa mencapai kekebalan komunitas  (herd immunity) terhadap COVID-19 pada Juli 2021. Pernyataan itu di lontarkan karena Breton meyakini vaksin dalam jumlah besar akan datang ke Eropa. Saat ini, AstraZeneca baru mengirim 30 persen dari Poker77 Online 90 juta dosis yang di janjikan kepada UE selama kuartal satu 2021. Namun, berdasarkan kalkulasi Breton, sekitar 300-350 juta dosis vaksin di perkirakan tiba antara akhir Maret hingga Juni. Bukan tanpa alasan, perhitungan itu muncul setelah 55 pabrik mulai menggalakkan produksi vaksin di Eropa.
1. Eropa mengalami krisis pandemik
Uni Eropa Optimistis Mencapai Herd Immunity pada Juli 2021
Situasi pandemik di Eropa semakin mengkhawatirkan sepanjang 2021. Gelombang demonstrasi yang menolak kebijakan pembatasan sosial mulai bermunculan, seperti di Belanda, Bulgari, dan Swiss. Kepercayaan terhadap vaksin semakin berkurang setelah kematian perempuan Denmark pasca di inokulasi AstraZeneca. Di saat yang sama, tantangan mutasi virus SARS-CoV-2 juga berada di depan mata, terlebih mutasi B117 varian Inggris yang di ketahui memiliki daya penularan tinggi. Pakar kesehatan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Martin McKee, angkat bicara mengenai dinamika pandemik yang sedang di hadapi Eropa. Menurut dia, strategi pembatasan sosial yang selama ini sudah di terapkan tidak efektif untuk menghadapi varian baru, salah satunya varian asal Afrika Selatan. McKee menambahkan, jalan untuk mencapai kekebalan komunitas masih sangat panjang. Dia menyarankan supaya pemerintah mengadopsi strategi pembatasan baru, supaya seluruh negara Eropa tidak menghadapi gelombang pandemik keempat.
2. Jerman membatalkan rencana pembukaan aktivitas ekonomi
Uni Eropa Optimistis Mencapai Herd Immunity pada Juli 2021
Pertemuan antara Kanselir Angela Merkel dengan pemimpin 16 negara bagian, pada awalnya, berencana untuk membahas relaksasi pembatasan demi menstimulus aktivitas ekonomi. Namun, agenda tersebut harus mengalami perubahan drastis akibat melonjaknya kasus positif harian. Alih-alih memutuskan untuk mengizinkan kembali aktivitas budaya, sosial, dan ekonomi, Jerman justru berencana untuk memberlakukan penutupan total terhadap daerah zona merah. "Tanpa pembatasan yang signifikan, jumlah infeksi baru akan meningkat ke titik di mana sistem kesehatan berisiko kewalahan pada bulan April,” demikian tertulis dalam rancanagan dokumen terkait kebijakan penanganan pandemik yang akan Merkel sosialisasikan. Di lansir dari Worldometers, Jerman saat ini menempati peringkat ke-10 sebagai negara dengan akumulasi kasus corona terbanyak, yaitu 2,6 juta kasus positif, dengan 75 ribu kematian.
3. Pesta publik mengabaikan protokol kesehatan di Prancis
Uni Eropa Optimistis Mencapai Herd Immunity pada Juli 2021
Tidak kalah meresahkan, saat Prancis mulai kelimpungan menghadapi corona. Lebih dari enam ribu orang justru bergabung dalam pesta jalanan yang di selenggarakan secara ilegal di Marseille. Mereka berkerumun tanpa mengenakan masker. Acara sejenis karnaval yang di dominasi oleh anak muda itu merupakan luapan frustasi. Sekaligus ekspresi penolakan, terhadap penutupan bar dan klub malam selama pandemik. Acara tersebut berujung penangkapan sembilan orang dan belasan lainnya di denda. "Ini benar-benar tidak dapat di terima, pada saat kita semua melakukan upaya untuk beradaptasi dan mengatur diri kita sendiri. Untuk menghormati aturan yang berbeda untuk memerangi pandemi," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis Camille Chaize. Wali Kota Marseille Benoit Payan menambahkan, “tidak ada pembenaran atas upaya kolektif yang berusaha untuk menjaga virus ini tetap ada.” Pemerintah Prancis memberlakukan penguncian terbatas sejak Sabtu (20/3/2021) untuk sekitar sepertiga dari populasi, dengan menutup semua toko yang tidak esensial. Tetapi, sekolah tetap buka dan orang-orang masih di izinkan meninggalkan rumah mereka sesuka hati. Seseorang dapat menjadi kebal dengan cara pulih dari infeksi sebelumnya atau melalui vaksinasi. Beberapa individu tidak dapat menjadi kebal karena alasan medis, seperti imunodefisiensi atau imunosupresi. Sehingga bagi orang-orang seperti ini, kekebalan kelompok merupakan cara perlindungan yang sangat penting. Setelah ambang atau angka tertentu tercapai, kekebalan kelompok akan menghilangkan penyakit dari suatu populasi secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *