Nilai Mata Uang Rupiah Telah Menguat Jadi 0,41 persen Terhadap Dolar

Nilai Mata Uang Rupiah Telah Menguat Jadi 0,41 persen Terhadap Dolar

Nilai Mata Uang Rupiah Telah Menguat Jadi 0,41 persen Terhadap Dolar - Rupiah Indonesia atau Rupiah adalah mata uang resmi yang berlaku di negara Indonesia. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,41 persen pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat (11/6/2021). Dolar AS adalah mata uang resmi Amerika Serikat. Dolar AS juga di gunakan secara luas di dunia internasional sebagai kurs cadangan devisa di luar AS. Dikutip dari Bloomberg, rupiah berada di level Rp14.189 per dolar AS sore ini. Dilansir dari IDN Poker77 Pada penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp14.247 per dolar AS.
1. Faktor penguatan rupiah
Penguatan Rupiah Dipicu Oleh 3 Faktor Ini | Infobanknews
Menurut Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibii, salah satu penyebab penguatan rupiah yaitu karena kenaikan inflasi AS yang sedikit lebih cepat dari perkiraan mendorong investor bertaruh bahwa tekanan harga akan bersifat sementara dan dukungan bank sentral akan tetap ada. Data inflasi AS yang di rilis pada Kamis menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh lebih tinggi dari perkiraan 3,8 persen tahun-ke-tahun. Itu tumbuh 0,7 persen bulan ke bulan, yang berada di atas ekspektasi tetapi di bawah pertumbuhan April. “Di sisi bank sentral, investor terus mencerna keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang di jatuhkan pada hari Kamis. Presiden ECB Christine Lagarde juga memperbarui janji untuk pembelian obligasi yang lebih cepat, bahkan ketika para pejabat mengakui untuk pertama kalinya sejak 2018 bahwa ekonomi zona euro tidak lagi di bayangi oleh risiko terhadap prospek pertumbuhannya,” katanya.
2. Investor fokus ke pertemuan Fed
Menutup Akhir Pekan, Rupiah Menguat 0,41 Persen terhadap Dolar
Dalam pernyataannya, Ibrahim menyebut sekarang fokus investor beralih ke pertemuan The Federal Reserve (The Fed) yang akan di gelar minggu depan. Meskipun para traders sekarang mengatakan bahwa mungkin tidak ada banyak perubahan dalam retorika yang telah mengecilkan kebutuhan untuk mengurangi stimulus. “Sebuah rencana untuk mengurangi pembelian obligasi di harapkan akan di umumkan pada bulan Agustus atau September menurut jajak pendapat para ekonom Reuters. Tetapi tidak di perkirakan akan di mulai sampai tahun depan,” ujarnya.
3. Faktor internal
Lg4 2 faktor internal yang mempengaruhi persepsi
Dari sisi internal, Ibrahim menyebut bahwa pergerakan rupiah di pengaruhi pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) soal data inflasi Indonesia periode Mei 2021 yang hasilnya tidak jauh dari ekspektasi pasar. BPS melaporkan terjadi inflasi 0,32 persen pada Mei 2021 di bandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Sementara di bandingkan Mei 2020 (year-on-year/yoy), laju inflasi tercatat 1,68 persen. Inflasi inti di laporkan tumbuh 1,37 persen YoY, sama persis dengan konsensus. “Kenaikan inflasi tersebut bisa menjadi indikasi daya beli masyarakat yang membaik,” jelasnya. Untuk perdagangan Senin, Ibrahim memprediksi rupiah akan melanjutkan penguatan. “Untuk perdagangan minggu depan, Senin, mata uang rupiah kemungkinan di buka berfluktuatif namun di tutup menguat di rentang Rp14.160-Rp14.210 per dolar AS,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *