Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Bulan Ramadhan Lho

Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Bulan Ramadhan Lho

Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Bulan Ramadhan Lho - Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan puasa dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad menurut keyakinan umat Muslim. Puasa Ramadan merupakan salah satu dari rukun Islam. Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadan turun pada bulan Sya'ban tahun kedua setelah hijrahnya umat Muslim dari Makkah ke Madinah. Bulan Ramadan diawali dengan penentuan bulan sabit sebagai pertanda bulan baru. Selama berpuasa dari pagi hingga petang, Muslim dilarang untuk makan, minum cairan apapun, merokok, dan berhubungan seksual. Islam bukanlah agama mayoritas di Eropa. Tapi beberapa wilayah di Eropa memiliki sejarah atau jejak Islam di masa lalu. Terbukti dari arsitektur bangunan hingga budaya Islam yang masih bisa dirasakan hingga saat ini. Bahkan, beberapa Poker Online Deposit Dana di antaranya menjadi negara muslim terbesar di Eropa lho! Seperti tujuh destinasi berikut ini yang sering jadi tujuan turis saat Ramadan tiba karena punya jejak Islam di masa lalu.
1. Sisilia
Ada Jejak Islam, 7 Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Ramadan
Sisilia merupakan pulau sekaligus daerah otonomi di Italia. Di balik cap ‘tempat lahirnya mafia’, Sisilia pernah gemilang di masanya sebagai kerajaan maju di Eropa selama hampir dua abad ketika Islam singgah di pulau ini. Kemajuan ekonomi, budaya, serta pendidikan yang berasaskan pada hukum dan tata cara Islam membuat banyak kerajaan mengagumi Sisilia yang sebelumnya dikenal juga sebagai 'pulau redup' karena banyak pertumpahan darah terjadi selama periode Bizantium. Dan Katedral Palermo menjadi salah satu saksi bisu peradaban Islam di Sisilia. Sebelum bangunan perpaduan gaya Neoklasik, Moor, dan Norman ini dialihfungsikan sebagai gereja, Katedral Palermo merupakan masjid.
2. Algarve
Ada Jejak Islam, 7 Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Ramadan
Algarve adalah distrik yang berlokasi di Faro, Portugal. Destinasi yang memiliki banyak pantai eksotis ini, sekitar abad ketujuh merupakan wilayah kekuasaan muslim Arab. Nama Algarve sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu al-gharb yang artinya adalah sang barat. Sebelum direbut kembali oleh umat Kristiani, Crunch of Sao Clemente dan Igreja de Santa Maria do Castelo merupakan masjid di Algarve. Jejak Islam di Algarve tak sebatas bangunan, banyak jalanan di Algarve memiliki nama menggunakan bahasa Arab. Beberapa kuliner olahan ayam di Algarve merupakan hasil akulturasi dengan budaya Arab.
3. Andalusia
Ada Jejak Islam, 7 Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Ramadan
Andalusia dapat dikatakan sebagai wilayah kekuasaan Islam terbesar di Eropa. Islam pernah berjaya di destinasi yang termasuk wilayah otonomi Spanyol ini selama kurang lebih delapan abad. Jejak Islam yang paling mencolok di sini yaitu Istana Alhambra. Istana megah dengan aristektur khas Bangsa Moor ini dibangun sebagai tempat tinggal raja beserta keluarganya.
4. Ulcinj
Ada Jejak Islam, 7 Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Ramadan
Islam di Montenegro dikenalkan oleh Kekaisaran Ottoman. Agama terbesar kedua di Montenegro ini kian berkembang pesat mana kala putra penguasa Montenegro bernama Staniša Crnojević, memeluk agama Islam. Ulcinj menjadi salah satu kota di Montenegro yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Karena itu, tak sulit mencari masjid untuk ibadah salat selama pelesiran ke kota yang juga memiliki bentang alam nan menakjubkan ini.
5. Sarajevo
Ada Jejak Islam, 7 Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Ramadan
Mayoritas penduduknya beragama Islam, tak sulit mencari masjid hingga kuliner halal di Sarajevo. Kota sekaligus ibu kota di Bosnia dan Herzegovina ini menjadi salah satu wilayah penyebaran agama Islam Kekaisaran Ottoman. Terbukti, arsitektur bangunan di kota nan memesona ini hampir seluruhnya mengadopsi gaya arsitektur Ottoman. Meski mengalami banyak konflik internal maupun eksternal, penduduk Sarajevo yang memiliki tiga agama berbeda yakni Islam, Kristen Ortodok, dan Kristen Katolik tetap hidup berdampingan.
6. Kosovo
Ada Jejak Islam, 7 Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Ramadan
Pernah mendengar nama Kosovo? Kosovo ialah negara di Eropa yang baru diakui kedaulatannya. Mayoritas penduduk Kosovo juga memeluk agama Islam. Bisa dikatakan negara di wilayah Balkan ini merupakan negara muslim terbesar di Eropa. Sekitar abad ke-13, terjadi konfilk di Kosovo yang tak cuma melibatkan antar negara tapi juga dua agama besar di negara ini pada zaman itu yakni Kristen Ortodoks dan Kristen Katolik. Konflik tersebut memberi jalan pada Kekaisaran Ottoman bersyiar Islam di Kosovo hingga akhirnya perkembangan Islam pun pesat di negara ini.
7. Albania
Ada Jejak Islam, 7 Destinasi Eropa Ini Jadi Tujuan Turis Saat Ramadan
Islam di Albania juga dikenalkan oleh Kekaisaran Ottoman dengan latar belakang terjadinya konflik antara Gereja Katolik dan Ortodoks. Pernah menjadi negara muslim terbesar di masanya, lambat laun jumlah muslim mengalami penurunan dan ateisme meningkat. Meski begitu, Albania masih dikenal sampai sekarang sebagai negara di Eropa yang mayoritas penduduknya ialah muslim. Kumandang suara azan bukanlah sesuatu yang asing di negara ini. Wisatawan muslim pun mudah sekali menjumpai masjid selama di sini. Nah, itu tadi tujuh destinasi di Eropa yang memiliki jejak Islam di masa lalu. Dapat disimpulkan, penyebaran agama Islam yang terjadi di beberapa destinasi tadi merupakan andil dari Kekaisaran Ottoman. Bangsa Babilonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan kesembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Pada malam hari, panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *