Berikut Tradisi Unik Umat Muslim Merayakan Idul Fitri di Eropa

Berikut Tradisi Unik Umat Muslim Merayakan Idul Fitri di Eropa

Berikut Tradisi Unik Umat Muslim Merayakan Idul Fitri di Eropa - Idulfitri atau Lebaran di Indonesia adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idulfitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda. Di  Indonesia sering mengucapkan doa Minal 'Aidin wal-Faizin, sebenarnya itu adalah tradisi masyarakat Asia Tenggara. Menurut sebagian besar ulama ucapan tersebut ditidaklah berdasar dari ucapan dari Nabi Muhammad saw. Perkataan ini mulanya berasal dari seorang pensyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan Live Chat Live22 dendang wanita pada hari raya. Idulfitri merupakan hari raya yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Momen tersebut juga diartikan sebagai hari kemenangan setelah muslim berpuasa sebulan penuh selama Ramadan.
1. Prasmanan internasional di Islandia
5 Tradisi Unik Muslim di Eropa Merayakan Lebaran, Pernah Mendengarnya?
Masyarakat muslim di Islandia mengawali Lebaran dengan beribadah dan berdoa di masjid. Salah satunya yang berada di Reykjavik, ibu kota Islandia. Setelah itu, mereka akan menyediakan berbagai hidangan pada tempat yang disebut prasmanan internasional. Dalam perayaan ini, mereka menyajikan hidangan dari berbagai negara, seperti Mesir, Indonesia, dan Eritrea. Siapa pun yang mengunjungi masjid bebas mencicipi atau mengambil makanan yang tersedia. Tradisi ini tak lain untuk mengukuhkan kebersamaan dan kebahagiaan sesama muslim di hari Lebaran yang penuh berkah.
2. Muslim Irlandia adakan festival Lebaran di stadion
5 Tradisi Unik Muslim di Eropa Merayakan Lebaran, Pernah Mendengarnya?
Komunitas muslim di Irlandia selalu menggelar festival memeringati hari raya, baik itu Iduladha maupun Idulfitri. Festival ini digelar di salah satu stadion olahraga terbesar setempat, yaitu Croke Park. Tak tanggung-tanggung, kegiatan beribadah dan berdoa juga dilakukan di dalam stadion tersebut. Festival Lebaran di Croke Park ini rutin dilaksanakan setiap tahun di Irlandia. Pada Idulfitri tahun lalu, acara tersebut tak dilaksanakan karena pandemik. Namun masyarakat bisa menggelarnya saat Iduladha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Apakah festival tersebut akan dilaksanakan di Idulfitri tahun ini? Sayangnya, belum ada kabar terbaru mengenainya.
3. Trick or treat ala Lebaran di Rusia
5 Tradisi Unik Muslim di Eropa Merayakan Lebaran, Pernah Mendengarnya?
Sama seperti di negara lain, muslim Rusia akan memulai Idulfitri dengan beribadah dan berdoa di masjid. Pada salah satu wilayah Rusia, Kaukasus Utara, Lebaran akan dimeriahkan oleh anak-anak yang membawa tas kosong ke mana pun mereka pergi. Yup, mereka akan berkunjung dari rumah ke rumah untuk meminta permen sebagai tanda berbagi kebahagiaan di hari Lebaran yang penuh berkah. Mirip banget dengan tradisi trick or treat saat Halloween. Hanya saja ini dilakukan saat Idulfitri.
4. Bertukar hadiah di Jerman
5 Tradisi Unik Muslim di Eropa Merayakan Lebaran, Pernah Mendengarnya?
Sebagai minoritas, momen Lebaran komunitas muslim di Jerman kerap kali disebut mirip dengan Natal. Setiap orang akan bertukar hadiah dengan satu sama lain. Hadiah yang diberikan biasanya berupa pakaian, makanan, dan permen. Muslim di sana akan saling mengunjungi rumah kerabat dan teman untuk bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan. Biasanya, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
5. Festival Lebaran meriah di London, Inggris
5 Tradisi Unik Muslim di Eropa Merayakan Lebaran, Pernah Mendengarnya?
Beralih ke Inggris, muslim di sana merayakan hari Lebaran dengan menggelar festival di Trafalgar Square, London. Festival ini diselenggarakan secara meriah tiap tahunnya dengan ragam pertunjukkan seni dan stand makanan halal. Namun sayangnya, festival Lebaran tersebut tidak akan digelar tahun ini karena pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *